16/03/11

Demokrat vs SBY vs Koalisi

Read More..

10/11/09

The Situation Changes Into and Out

Change is interesting, the more the pull more cool.
But be careful charm, sometimes positively and negatively
China, Korea, Taiwan, have kw-kw goods competing with the high level numerial

Revolving constilation life, passion, hypocrisy, caring, masks, friendship, friends, fellowship walk with each other with the instability of human

Down up, left right, next corner of the guidelines which must be the direction of motion
Wishy-washy, sycophant, an enemy in the blanket, the cold war, fellowship, support, temporality, equality, the desire to know the issues, gossips, etc. assertiveness process of personality

Leader-subordinate, alongside and in synergy
Authority and leadership in the hands of the insured leaders about the future
This leader's words, even if it was wrong, it remains true leader.
Potential different person, born and grew up excess competition and envy are considered
Advanced restrained, even silent retreat.
Rated power, the power situation was too

Command-job exposure and ejected, injustice born
Growing flavor and potency, another sense teribius opposite direction (+ vs. -) ? "-"
Narrative of facts and each other alibis, do not justify it, be a unity and polar
Preparing is the potential time bomb

Material living with wheels with a quality older
Another angle, only the user and the destroyer
Prediction will fall rate, the authority is
"Uh .., lazy, tired" sounds of silence and simultaneously perceived

Streak and hand with emotion and purpose of each
Unity was coached, ran along the direction of each
That the solid?
It is like in trying to achieve?
One flag, but a different color and material quality yarn
Or did the seamstress or influence pen was?

Visual experience, inspiring a new rate
Portrait, self determination and self esteem in the hearts
Side of the face changes with time with the turbulence
The extent of the field, the existing norms and resignation

Pull-deep breath-in, interpret the meaning of broad
Spinning ball, come with round pebbles
The basic mind-forming basic responses
Initial appearance, stunned and justification

Pattern fighters, willing to sacrifice what would the flag
Traditional ammunition with a systematic pattern of defeating modern ammunition
Discussion and conjecture only ritual formality
Concrete and consequently the ritual quality of evidence and the positive domino effect

The birds moved freely .. Raise the wing with the wind against the current was against the current volatile and uncertain with confidence and with immunity against the wind, can contaminate the contents of the physical and the mind.

Read More..

09/10/09

Pemerintah Jelmaan "Orba cara baru" dan GOLKAR 2009-2015

Iklim politik dirasakan berubah akan kekuatan yang sudah berkembang dari tahun 2004 sampai saat ini, penjelmaan pemerintah dan tokoh pemimpin yang di anggap kharismatik, terhanyutlah simpatik kepada rakyatnya. Bahasa verbal dan no-verbal yang di bangun olehnya, memberi efek positif baginya dan pemerintahannya. Segala kebijakan, sistem pemerintahan, instrumen pemerintahan baru dll yang dibentuk seakan-akan sebagai penghias. Apalagi pada saat menjelang Pemilu, instrumen pemerintah seakan-akan di force'ir untuk terlihat positif di masyarakat dan media ikut memblow up hal itu.


Pemilu presiden 2009, menjadi tolak ukur percaturan politik akan pembagian kekuasaan yang akan merapat nanti. Pro dan kontra akan hasil perolehan suara yang di menangkan dengan nomer urut 2 (SBY-Boediono), sedangkan no 1 dan 3 kontra akan hasil yang dianggap penuh dengan kecurangan. Hasil suara yang di dapatkan SBY-Boediono amat fenomenal, kantong-kantong suara basis beberapa partai, di dominasi oleh incumbent ini.

Pasca Pilpres, mulai meluap isu-isu sang koalisi di pemerintahan 2009-2014 dan isu oposisi terdengar sunyi. Para elite politik pembesar partai, memulai pergerakannya mendekati kekuasaan yang ada dan meminta "jatah". Menariknya sang kekuasaan ini, pintar menstrategikan ini dan melihat situasi politik dan mengamankan sang oposisi dari tahun ke tahun itu dengan merangkulnya.

Partai senior, sang beringin ini memiliki peran besar akan petumbuhan negara Indonesia. Dari tokoh-tokoh di dalamnya yang mempunyai nama besar dan seluk beluk dahulunya. Maka dari itu transisi pemimpin di tubuh Golkar, menjadi perhatian khusus di masyarakat maupun media yang memblow up Munas Golkar dari masa ke masa nya. Munas V Golkar di tahun 2009, jadi perbincangan sesaat dan mudah di tarik benang merah akan hasil yang dimenangkan Ical dan pembentukan struktur pengurus harian di Golkar. Pengurus harian Golkar :

1. Ketua Dewan Pertimbangan: Akbar Tandjung
2. Ketua Umum: Aburizal Bakrie
3. Wakil Ketua Umum: HR Agung Laksono
4. Wakil Ketua Umum: Theo L Sambuaga
5. Ketua Bidang Kaderisasai: Hafiz Zawawi
6. Ketua Bidang Organisasi dan Daerah: Mahyudin
7. Ketua Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif: HM Rusli Zainal [Gub. Riau]
8. Ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik: Priyo Budi Santoso
9. Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini: Fuad Mansyur
10. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera: Andi Ahmad Dara
11. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT: Syarif Cicip Sutarjo
12. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Maluku dan Papua: Fredi Latumahina
13. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan: Ahmadi Nur Supit
14. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi: Fachri Andi Leluasa
15. Ketua Bidang Perempuan: Ratu Atut Chosyiah [Gub. Banten]
16. Ketua Bidang Pemuda: Yorrys Raweyay
17. Ketua Bidang Pekerja, Tani, dan Nelayan: Yamin Tawari
18. Ketua Bidang Usaha dan Koperasi: Firman Subagyo
19. Ketua Bidang Keagamaan dan Kebudayaan: Hajriyanto Tohari
20. Ketua Bidang Kemahasiswaan dan LSM: Fadel Muhammad
21. Ketua Bidang Kerja Sama Internasional: Iris Indira Munti
22. Ketua Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan: Rizal Mallarangeng
23. Ketua Bidang Pendidikan: Indra Bambang Utoyo [anaknya UO, bekas Menkeh ORBA]
24. Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup: Ade Komarudin [orangnya AT]
25. Ketau Bidang Penanganan Kerawanan Sosial: Ponco Sutowo
26. Ketua Bidang Hukum dan HAM: Muladi [orang yang gak diragukan lagi ke-ORBA-annya, bekas Menkeh Orba, Gub. LEMHANAS jadi pengurus partai]

1. Sekjen: Idrus Marham [orangnya AT]
2. Wasekjen Riki Rahmadi
3. Wasekjen Harry Azhar Aziz
4. Wasekjen Musfihin Dahlan
5. Wasekjen Muhidin
6. Wasekjen Ahmad Dolly Kurnia [Bekas Ketum HMI, anak didiknya AT]
7. Wasekjen Titiek Soeharto [anaknya S, ORBA]
8. Wasekjen Mujib Rahmad
9. Wasekjen Nurul Arifin
10. Wasekjen Heppi Bone Zulkarnain [orangnya AT]
11. Wasekjen Hasanuddin Mochdar
12. Wasekjen I Made Sumarjaya Linggih
13. Wasekjen Emmanuel Blegur
14. Wasekjen Oktaviano
15. Wasekjen Leo Nababan
16. Wasekjen Roem Kono

1. Bendara Umum: Setya Novanto
2. Wakil Bendahara Umum: Airlangga Hartarto [anaknya Ir. H, bekas Menperindag Jaman Orba]
3. Wakil Bendahara Umum: Erwin Aksa [anaknya AM, bekas Wkl,. Ketua MPR, ponakannya JK]
4. Wakil Bendahara Umum: Hariara Tambunan
5. Wakil Bendahara Umum: Agus Gumiwang Kartasasmita [adiknya/ponakan GS???]
6. Wakil Bendahara Umum: Suharsoyo
7. Wakil Bendahara Umum: Ridwan Mukti
8. Wakil Bendahara Umum: Bobby Suhardiman [anaknya S, ORBA]
9. Wakil Bendahara Umum: Melchias Mekeng
10. Wakil Bendahara Umum: Tri Hanurita Sudwikatmono [anaknya S, konglomerat Orba, ponakannya si Eyang???]
11. Wakil Bendahara Umum: Mustoko Weni
12. Wakil Bendahara Umum: Bambang Atmanto Wiyogo [anaknya WA, bekas Gub. DKI jaman Orba]
13. Wakil Bendahara Umum: Watty Amir
14. Wakil Bendahara Umum: Hamzah Sangaji [tokoh pemuda]


Tokoh-tokoh pengurus di atas, mencerminkan struktur yang di recycle ulang dengan tokoh senior dan orang-orangnya yang punya kekuasaan di beberapa wilayah.Penyimpulan situasi partai politik Indonesia juga sudah tenggelam akan idealismenya semua organisasi yang mengaspirasikan suara rakyat ini, menjadi sebuah organisasi mesin pencetak pragmatis, materi dan kekuasaan yang sesaat. Golkar sebagai partai senior, telah memberi keringat sang deklarator terdahulu akan idealisme yang sesungguhnya kepada kekuasaan saat ini dan menjadi "kuli" juga mudah di stir. ”Idealisme sudah mati di Partai Golkar. Visi sudah tidak bernilai dibandingkan ”gizi” yang ditebarkan. Golkar telah kehilangan ruh perjuangannya,” ungkap Yuddy.

Partai Golkar perlu mendefinisikan kembali nilai-nilai yang diperjuangkannya. Sejak zaman Orde Baru, Golkar belum berubah. Keputusan politik yang diambil banyak diwarnai rekayasa dan merupakan hasil dari proses tawar-menawar uang. Kemenangan Aburizal di Munas Golkar sesungguhnya merupakan kemenangan antara untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Pendekatan sistemik ini perlu dilakukan Golkar dalam siklus 10-15 tahunan, jangan sekadar siklus 5 tahunan karena hanya akan selalu memulai dari nol dan menghasilkan kekecewaan dari pemilu. Aburizal sebagai ketua umum terpilih untuk tetap memunculkan pesona Golkar sebagai parpol yang menawarkan alternatif meskipun Golkar merapat dengan pemerintah. Tidak heran dengan perolehan suara Tommy ataupun Yuddy karena sejak awal tidak menunjukkan keseriusan sebagai calon alternatif. Sementara persaingan Aburizal dan Paloh sudah terjadi dua tahun sebelumnya.

Kemenangan Aburizal akan membuat Dewan Perwakilan Rakyat tumpul karena Partai Golkar dipastikan akan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Apalagi pernyataan Ical sebelumnya bahwa dia akan membawa Partai Golkar bergabung dengan partai pemenang pemilu. Oleh karena itu, peran DPR sebagai pengawas pemerintahan bisa melemah dan tumpul. Tidak ada lagi kekuatan kontrol di DPR karena seluruh partai politik bergabung dalam koalisi partai pendukung presiden terpilih. Kemenangan Ical juga telah mengubah peta politik dan pemerintahan Indonesia. Kekuatan atau peran eksekutif akan lebih dominan dibandingkan dengan legislatif, seperti yang terjadi pada masa Orde Baru.

Sebuah keotoriteran yang terbangun saat ini, penuh dengan tanda tanya dan terselubung keterkaitan-keterkaitannya. Penenggelaman orang-orang yang tidak sejalan dengan itu, mulai terlihat, peran KPK "Antasari dkk" tersandung kasus rekayasa, Prabowo diawal oposisi menjadi koalisi, PDI-P versi Toufik Kemas (Ketua MPR), Kasus Century (Dipertanyakan peran penguasa dan oknum-oknumnya). Percaturan politik 2009-2014 selanjutkan sudah tidak seseru adanya oposisi dan koalisi saling berdebat yang wajarnya demokrasi. Koalisi yang terbangun, membungkam suara-suara ideal hati manusia yang menolak ketidak benaran yang ada. Iklim "Orba cara baru" ini, terprediksi akan terjadi kembali, bila melihat situasi politik yang ada. Apalagi di dalam pembentukan kabinet tanggal 21 Oktober 2009 nanti. walaupun situasi tidak separah orba dahulu, tapi identifikasi akan indikasi itu sudah terlihat secara soft power dan permainan tidak fear.

Read More..

16/09/09

Kabinet Bayangan Pemerintahan SBY-Boediono berdasarkan Intensitas menjadi Pilihan di Media elektronik dan Cetak

Prediksi-prediksi bursa calon kabinet SBY-Budiono, mulai menjadi buah bibir dikalangan media massa, elit-elit politik maupun konsultan politik ikut andil dalam meramaikan bayangan-bayangan kabinet ini. Peta politik paska pemilihan presiden memang mengalami perubahan yang menarik jadi perhatian kalangan, sang oposisi mulai dirangkul masuk kedalam koalisi pemerintahan sekarang. Demokrasi tanpa oposisi, kurang menarik memang, tetapi jadi bahan pembicaraan, bagaimana arah pemerintahan 2009-2014 nanti kedepan dengan kabinet-kabinet yang benar-benar bersatu tanpa oposisi.

Transisi demi transisi di coba dan diterapkan di pemerintahan dan pemerintahan dari lima tahun ke lima tahun berikutnya. Berbicara tentang koalisi, sudah pasti ada pembagian kekuasaan di kabinet maupun turunannya. Menjadi dilema bagi sang penentu pembagian "jatah" tersebut, apakah pola koalisi ini solid atau semata-mata hanya tidak mau lepas dari rezim kekuasaan?


Dari bursa calon kabinet bisa dianalisa dan tarik tolak ukur pengkoalisian inti dan lainnya. Ada beberapa kandidat kuat dan paling sering juga mendekati dalam pencalonan, berdasarkan sumber-sumber yang di percaya juga basic data dalam penentuan bursa calon dari media cetak dan elektronik terkemuka. berikut intensitas nama calon yang paling sering muncul ;

1. Menko Politik, Hukum dan Keamanan ::::Djoko Suyanto
2. Menko Keuangan ::::Sri Mulyani
3. Menko Perekonomian ::::Purnomo Yusgiantoro
4. Menko Kesejahteraan Rakyat ::::Agung Laksono
5. Menteri Dalam Negeri ::::Mardiyanto
6. Menteri Luar Negeri ::::Marti Natalegawa
7. Menteri Pertahanan ::::
Letjen (Purn) Agus Wijoyo
8. Menteri Hukum dan Ham ::::Andi Mattalatta
9. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ::::Evita Legowo
10. Menteri Perindustrian ::::Rahmat Gobel
11. Menteri Perdagangan ::::Raden Pardede
12. Menteri Pertanian ::::
Syarif Hasan
13. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ::::I Gusti Bagus Alit Putra
14. Menteri Kehutanan ::::Tifatul Sembiring
15. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan ::::Meutia Hatta
16. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal ::::Lukman Edy
17. Menteri Negara Koperasi dan UKM ::::Sandiago Uno
18. Menteri Perhubungan ::::Jusman Syafii Djamal
19. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ::::Jumhur Hidayat
20. Menteri Pendidikan Nasional ::::Sofyan Djalil
21. Menteri Agama ::::Dr Salim Segaf Al Jufri
22. Menteri Sosial ::::Hidayat Nur Wahid
23. Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT ::::M Nuh
24. Menteri Negara Lingkungan Hidup ::::Prof Dr Ir Johny Wahyuadi M. Soedarsono
25. Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara ::::Marzuki Alie
26. Menteri Kesehatan ::::Dr dr Fahmi Idris
27. Menteri Negara Perencana Pembangunan Nasional/Bappenas ::::Mari Elka Pangestu
28. Menteri Negara BUMN ::::Gita I Wiryawan
29. Menteri Komunikasi dan Informasi ::::Margiono
30. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga ::::
Lukman Edi
31. Menteri Pekerjaan Umum ::::Hermanto Dardak
32. Menteri Negara Perumahaan Rakyat ::::Zulkifli Hasan
33. Menteri Sekretaris Negara ::::Hatta Rajasa
34. Menteri Kelautan dan Perikanan ::::Dr Ir Mohammad Jafar Hafsah
35. Jaksa Agung ::::Marwan Efendi
36. Sekretaris Kabinet ::::Sudi Silalahi
37. Menteri Senior :::: Hatta Rajasa

Apakah Kabinet Seperti ini bisa di jadikan menjadi kabinet 2009-20014 ?


Read More..

02/07/09

Pernyataan yang Berfenomena Mengambang di Pilpres 2009 dari Capres-Cawapres

Sebuah kata Mengambang, bisa dibilang sebuah kata yang berandai-andai bahkan mengambang jauh dari pemikiran masing-masing manusia. Jadi menarik, bila pernyataan "Mengambang" menjadi persepsi, asumsi bahkan jadi bahan pertimbangan fakta yang ada saat ini. Isu dan fakta kadang berjalan seiringan dengan waktu dan fenomena, bisa jadi hal positif maupun negatif menyimpulkan akan fenomena yang ada. Balik lagi ditiap orang menanggapi itu akan kata , apa ia, apakah benar, seandainya, mungkin dll.
Fenomena pemilu Pilpres 2009, menarik untuk di katakan jadi sebuah renungan, dari peristiwa-peristiwa yang ada jadi perbincangan media-media bahkan tiap perbicangan 4 mata yang saling berkaitan satu sama lain.

Pasangan Pertama
Mega-Prabowo
Bisa di bilang pasangan yang cukup nyentrik, dari latar belakang mereka masing-masing.
Pernyataan-pernyataan yang mengambang :
  • Apakah benar, Mega sebenarnya di Pilpres 2009 ada rasa ketidak inginan ikut kembali?
  • Apa ia, Mega maju sebagai Capres 2009 ini ada faktor terpaksa?
  • Apa benar, Mega maju karena paksaan orang belakang dia (TK dll)?
  • Mungkin kah, bila mega naik kembali, situasi sama seperti dia memerintah dulu, yang mudah tumbuh Jargon, mafia, preman dll lagi?
  • Mungkin kah, skenario dipasangkannya Mega tetap capres dan Prabowo cawapres, ada skenario tambahan dibelakangnya?
  • Mungkin kah, PDIP sebagai parpol nepotisme, klan keluarga yang berkuasa?
  • Apakah benar, Prabowo mengskenariokan diri sebagai cawapres, ada negoisasi besar antara dia dan PDIP?
  • Apa ia, Prabowo sudah tidak punya alat kelamin?
  • Apa benar, Prabowo dinilai sebagai sosok Sayko ?
  • Mungkin kah, Prabowo ada kelainan "suka sesama jenis"?
  • Apakah benar, Prabowo tokoh dibelakang penculikan, ninja dan pelanggar HAM berat?
  • Apa ia, Prabowo memiliki dua kewarga negaraan (indo dan yordania)?
  • Mungkin kah, dibelakangnya Prabowo ada intervensi pihak asing?
  • Apakah benar, Muhdi PR bisa bebas dari jerat hukum akan kasus "HAM" karena peran Prabowo dibelakangnya?
  • Apakah benar, Prabowo mampu mencacatkan hasil pilpres 2009?
Pasangan Kedua
SBY-Boediono
Sosok sang capres amat menonjol akan pasangan satu ini, dan bisa dilihat ada ketimpangan pasangan sang cawapres kalem dan monut saja "strategikah?"
Pernyataan-pernyataan yang mengambang :
  • Apa benar, Sosok SBY, sang penguasa otoriter?
  • Apakah ia, SBY termasuk dalam pengaruh cendana?
  • Mungkin kah, SBY the next Soeharto?
  • Apakah ia, SBY besar dipemerintahan karena dia orang yang pintar mengambil kesempatan?
  • Apa benar, SBY orangnya tega'an ?
  • Apakah ia, SBY menggungkapkan bahwa ekonomi Indonesia lebih baik, tetapi perusahaan besar banyak mengalami kekroposan karena hutang juga pajak yang besar?
  • Apa benar, Orang-orang di belakang SBY pintar memanipulasi keadaan akan isu?
  • Apakah benar, Anak SBY, Ibas, selesai S2 di Singapura tesisnya di selesaikan oleh salah satu orangnya SBY?
  • Mungkin kah, Boediono dipilih menjadi pasangan karena anggapan Boediono orangnya manut dan tidak mungkin akan setenar dia nantinya?
  • Apa benar, Boediono termasuk orang orba dan perekonomian liberal?
  • Mungkin kah, Boediono termasuk orang yang bersih?
Pasangan Ketiga
JK-WIN
Bisa disebut, pasangan lincah seperti sang capres yang kecil nan lincah dibarengi dengan sang pasangan yang cukup dingin.
Pernyataan-pernyataan yang mengambang :
  • Apa benar, JK sosok yang selalu mendahului SBY dalam pemerintahan?
  • Apakah ia, JK usaha Kalla itu sebagai usaha mandiri keluarganya?
  • Mungkin kah, keluarga JK kaya karena kedekatan dengan cendana?
  • Apa benar, JK merupakan sosok seperti BJ. Habibie?
  • Mungkin kah, JK ikut dalam skenario bersama Mega dalam bekerja sama menyerang pasangan lain?
  • Apakah ia, JK yang menjadi salah satu tokoh perdamaian di Aceh?
  • Mungkin kah, JK yang mengidekan BLT?
  • Apakah benar, JK sebagai orang yang telah menyediakan tabung gas konservasi sebelum kebijakan itu telah terealisasi?
  • Apa ia, JK mengalami kekalahan telak di pilpres 2009 karena ada kebohongan di pihak teman yang saling menjatohkan?
  • Apakah benar, JK telah mengalami ketidak solid'an di tubuh Golkar karena di masing-masing elit mempunyai kepentingan lain?
  • Mungkin kah, Wiranto sebagai sosok yang cocok mendampingi JK?
  • Apakah benar, Wiranto termasuk lagi-lagi orang cendana?
  • Apa ia, Wiranto salah satu tokoh pelanggaran HAM ?
  • Apakah benar, Wiranto salah satu yang mempunyai uang melimpah karena pada masa orba ikut dalam pencucian uang dan penggandaan uang?
Hal ini hanya sebatas isu-isu yang mengambang, jadi menarik jadi bahan pertimbangan lebih untuk kita menelaah kembali situasi yang terjadi masa lalu maupun sekarang.
Ada berita yang tercetak dengan lugas dan ada pun berita yang bisa di bilang nyata dilapangan yang tidak perlu dilugas kan ke masyarakat luas.

Read More..
Template by : kendhin x-template.blogspot.com
...