13/02/09

Indikasi Awal Keruntuhan Sang Negara Adidaya

Amerika telah bangkrut. Tidak ada lagi mitos sebagai superioritas. Sebagai adidaya. Negeri Paman Sam ini menuju kehidupan pariah. Kesombongan yang dipertontonkan Presiden George Walker Bush telah berakhir. Menjelang akhir kekuasaannya George W.Bush hanya menyisakan cemoohan oleh bangsanya sendiri.

Amerika telah bangkrut. Tidak ada lagi mitos sebagai superioritas. Sebagai adidaya. Negeri Paman Sam ini menuju kehidupan pariah. Kesombongan yang dipertontonkan Presiden George Walker Bush telah berakhir. Menjelang akhir kekuasaannya George W.Bush hanya menyisakan cemoohan oleh bangsanya sendiri.

Di Iraq Presiden Bush telah gagal. Menteri Pertahanan Robert Gate dan Jendral David Petraeus, Panglima Komandan Pasukan AS di Iraq, menyatakan: Amerika telah kalah di Iraq

Amerika tidak lagi seperti ketika menyerbu Iraq. Di mana Presiden Bush dengan gagahnya mengumumkan perang terhadap rejim Saddam Husien. Sesudah hampir lima tahun, tak berhasil menciptakan stabilitas. Kekacauan terus berkecamuk. Tentara Amerika banyak yang mati di negeri 1001 malam itu. Presiden Bush dengan malu mengumumkan menarik 8.000, dan akan dipindahkan ke Afghanistan.

Di Afghanistan Amerika dan sekutunya terseok-seok. Menghadapi Taliban. Tak berdaya. Armada daratnya tak ampuh. Untuk menghadapi Taliban menggunakan serangan udara. Justru banyak salah sasaran. Warga sipil banyak yang mati. Bukan Taliban. Di sebuah buku yang ditulis seorang peniliti Pakistan, yang berjudul: Afghanistan: “Taliban Return and Future Scenario”, menjelaskan bahwa tentara Amerika dan Nato, tidak bakal memenangkan perang. Afghanistan mempunyai pengalaman panjang dalam perang. Pernah menaklukan pasukan Inggris, dan terakhir imperium Soviet. Jadi di dalam buku digambarkan, Taliban akan kembali mengambil alih kekuasasan.

Amerika menghadapi serangan alam. Lebih dahsyat. Badai tropis telah memporak-porandakan pantai Mexico, dan beberapa negara bagian, terutama Lousiana. Negara bagian ini luluh lantak. Melebihi serangan militer yang menggunakan senjata atom, seperti yang pernah dijatuhkan Amerika di Nagasaki dan Hiroshima, waktu Perang Dunia II. Malapetaka telah mengakibatkan hancurnya bangunan, infrastruktur, dan rumah-rumah penduduk, dan nilai kerugian mencapai puluhan milyar dolar. Juga Badai besar yang memporak porandakan Galveston Texas baru baru ini

Amerika yang Bangkrut

Di tengah-tengah amukan badai tropis yang sangat dahsyat itu, terjadi peristiwa yang lebih dahsyat, dan dampaknya bersifat global, yaitu bangkrutnya perusahaan jasa sekuritas Lehman Brothers. Lembaga sekuritas ini mengalami pailit, dan tidak dapat memenuhi kewajibannya membayar utang sebesar 635 milyar dolar. Kejatuhan lembaga sekuritas Lehman Brothers ini mengisyaratkan, bahwa Amerika benar-benar diujung kebangkrutan. Bahkan, sistem Kapitalisme yang menjadi dasar ideologi global, menunjukkan kerapuhannya.

Lehman Brothers didirikan seorang keturunan Yahudi Jerman, yang berimigrasi ke Amerika, bernama Henry Lehman, ke Alabama, tahun l844. Lehman yang mula-mula membuka toko kecil di Alabama itu, bersama saudara Emanuel dan Meyer, selanjutnya membuka kantor di New York, tahun l858. Usaha kelompok keturunan Yahudi Jerman ini berkembang, dan menuai akhir perjalanannya saat lembaga itu di bawah seorang CEO, Richard Fuld, ylang bergabung sejak tahun 1969. Kebangkrutan Lehman Brothers ini, peristiwa krisis yang terakhir. Krisis ini terus belanjut dan dampaknya sangat luas.Kini, harga saham Lehman di pasar modal tinggal 21 sen dollar. Padahal, sebelumnya harga saham Lehman di pasar modal 67, 73 dolar.

Ancaman kebangkrutan masih terus berlanjut termasuk terhadap perusahaan jasa keuangan Merrill Lynch. Sementara Federal Reserve (Fed) Bank Sentral Amerika, menalangi AIG (Amerika International Group) perusahaan asuransi terbesar di dunia, sebesar 87 milyar dolar. Ini menjaga agar perusahaan jasa asuransi itu tidak ikut bangkrut.

Kebangkrutan Amerika ini akibat sistem dan ideologi yang ‘fasad’ rusak dan bathil. Semua yang rusak dan bathil itu, pasti akan menghancurkan dirinya. Mereka mendapatkan tulah (akibat) dari kerakusan sendiri, yang sangat berlebihan dalam mencari untung, tanpa mempertimbangkan resiko.

Kebangkrutan politik dan ekonomi yang terjadi di Amerika saat ini, menunjukkan kegagalan sistem materialisme yang nyata. Perlu perubahan yang mendasar dalam sistem kehidupan umat manusia dewasa ini. Tidak lagi terus berkiblat kepada sistem kepitalisme yang sangat materliastik. Semua ini bersumber dari faham dan pandangan Yahudi. (eramuslim)
bencana memporak porandakan Galveston Texas baru baru ini

Analisa: Bangkrutnya Lehman Brothers dan Nasib Perekonomian AS

Bangkrutnya Lehman Brothers, perusahaan sekuritas berusia 158 tahun milik Yahudi ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian AS yang sejak beberapa tahun terakhir mulai goyah. Sekaligus membuktikan rapuhnya sistem ekonomi kapitalis neo-liberal.

Bangkrutnya Lehman Brothers, perusahaan sekuritas berusia 158 tahun milik Yahudi ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian AS yang sejak beberapa tahun terakhir mulai goyah. Para analis menilai, bencana pasar keuangan akibat rontoknya perusahaan keuangan dan bank-bank besar di Negeri Paman Sam satu per satu, tinggal menunggu waktu saja. Inikah tanda-tanda kehancuran sebuah imperium, negara adi daya bernama Amerika Serikat?

AS Diambang Kehancuran?

Setelah Lehman Brothers, kebangkrutan masih menghantui perusahaan-perusahaan di Wall Street. Apalagi sejumlah perusahaan finansial yang selama ini dipercaya kuat juga mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan pesaing Lehman, Merrill Lynch misalnya, sudah diambil oleh pemerintah AS. Perusahaan raksasa lainnya, American International Group (AIG)-salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia-saat ini juga sedang mencari pinjaman sebesar 40 milyar dollar.

Sejumlah analis berpendapat, inilah detik-detik kehancuran ekonomi negara adidaya AS. Negara yang menganut sistem ekonomi neo-liberal dan menancapkan ekonomi imperialisnya ke berbagai belahan negara, akhirnya ambruk juga.

Esensinya, riwayat Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi global sudah tamat menurut Max Keiser (seorang analis pasar di Paris)
Sejarah dollar AS sebagai mata uang cadangan dunia sudah selesai dan kita akan melihat negara lain yang akan muncul sebagai kekuatan baru, yang paling memiliki peluang besar adalah negara China (Keiser)

Menurutnya, krisis keuangan yang menghantam AS sebenarnya sudah diprediksi. AS yang menganut sistem keuangan neo-liberal secara bebas memberikan kredit. Tiba-tiba, ketika kredit tak tersedia sejak musim panas kemarin, bank-bank mulai kelimpungan.

Tapi, kata Keiser, skenario ”kiamat” ini tidak akan terjadi di negara-negara berkembang yang memiliki sumber minyak seperti di Timur Tengah atau negara-negara yang masyarakatnya memiliki dana simpanan yang besar, seperti di China.

Skenario kiamat ini hanya akan terjadi di AS dan Inggris, di mana masyarakatnya hidup dari uang pinjaman dari generasi ke generasi (Keiser)

Hal serupa diungkapkan Andrew Critchlow, redaktur pelaksana Dow Jones Timur Tengah yang berbasis di Dubai. ”Saya pikir ini adalah saat-saat yang menentukan bagi perekonomian dunia, bagi AS, bagi kita semua, yang akan selalu diingat sepanjang hidup kita, ” kata Andrew.

Ia menyamakan krisis keuangan di AS saat ini dengan kondisi era tahun 1920-an, ketika masyarakat dunia mengalami apa yang disebut Great Depression. Secara teknis, bisnis perbankan dan keuangan sudah tidak berjalan.

”Yang paling mengkhawatirkan jika kondisi ini benar-benar menghantam perekonomian riil, menghantam orang-orang di jalan. Mereka tidak punya uang lagi, tidak punya pekerjaan dan berpotensi akan kehilangan rumah-rumah mereka juga, ” sambung Andrew.

Allister Heath, editor surat kabar finansial London’s City A.M menambahkan, ketika bank-bank besar seperti Lehman mengalami kebangkrutan, yang terkena dampaknya juga masyarakat kecil, termasuk para pensiunan yang mempercayakan uang pensiunnya diinvestasikan di bursa-bursa saham yang kebanyakan ditanamkan di sektor perbankan. Selain itu, kata Heath, ribuan orang juga akan menjadi pengangguran.

Pada akhirnya, situasi ini akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada lembaga keuangan termasuk pada pemerintah dengan sistem perekonomian neo-liberalnya yang ternyata rapuh. Sebuah gambaran yang tragis bagi sebuah imperium bernama AS, yang selalu sesumbar dengan sistem perekonomian kapitalis yang disebarkannya ke seluruh dunia, ternyata tak mampu menolong perekonomian di negerinya sendiri ketika terancam kebangkrutan. Bagaimana, masih silau dengan gemerlapnya Amerika Serikat?

Sumber : ln/berbagai sumber/eramuslim

Read More..

26/11/08

The last Changes for swing Voters ( Pilihan terakhir bagi massa mengambang )

Apatis, persepsi yang berkembang saat ini. Mungkin itulah salah satu kata yang dapat menggambarkan psikologi politik rakyat Indonesia. Masyarakat tidak peduli terhadap proses politik yang berjalan dan sedang meraba. Pilkada di beberapa daerah dimenangkan Golput. Pada Pilkada Kalsel jumlah Golput sebesar 40 persen, Sumbar 37 persen, Jambi 34 persen, Kepri 46 persen, Banten 40 persen, DKI Jakarta 35 persen, Jabar 33 persen, Jateng 44 persen, Sumut 43 persen. Terakhir Pilkada sementara Jatim 43 persen (Survai LSI). Fenomena ini lebih menegaskan sikap masyarakat yang semakin tidak percaya kepada elit politik, jumlah partai yang membingungkan dan ketidakpastian politik.

Dalam pertarungan politik klasifikasi pemilih dapat dikelompokkan menjadi pertama, kelompok ini tidak akan memilih. kedua, para pendukung setia, dan tiga, dapat diselamatkan atau biasa dikenal dengan massa mengambang (swing voters) yang tidak terikat dengan parpol tertentu. Bagi partai politik sulit untuk menerobos kelompok pertama. Musuh politik dapat dimasukkan ke dalam kelompok ini. Kelompok kedua, sudah aman dan dipastikan selalu memberi dukungan. Yang menjadi tantangan (challenge) tersendiri bagi parpol adalah kelompok ketiga, yaitu massa mengambang.

Massa mengambang dapat dipersepsikan sebagai kelompok massa yang tidak terikat parpol atau calon tertentu atau yang belum menentukan pilihan dalam ajang pemilihan pimpinan daerah atau nasional atau pemilih yang labil di saat-saat terakhir. Di beberapa studi kelompok ini bahkan menduduki porsi terbesar dalam suatu pemilihan. Jadi, salah satu pintu kemenangan politik bagi parpol atau calon pemimpin adalah sebaik parpol atau calon tersebut mampu menggarap massa mengambang ini.

Partai senior dengan pendanaan kuat dan jaringan luas ternyata lemah saat berhadapan dengan fungsi impuls dan idiosinkratik yang kuat, mesin politik menjadi mandul. Banyak cara yang dilakukan parpol untuk mendapatkan porsi dari massa mengambang. Kehadiran artis yang figurnya dikenal masyarakat sangat efektif untuk meraup suara dari massa mengambang. Hanya dengan dengan senyuman simpatik, salaman yang hangat, atau memberi tanda tangan tidak sulit bagi artis untuk dielu-elukan oleh masyarakat. Acara kampanye yang dihadiri kerumunan massa pun menjadi semakin meriah dan memanfaatkan popularitas artis untuk menarik massa.

Massa mengambang di Indonesia sulit didekati dengan rayuan ideologi, program-program partai, dan perdebatan politik yang menjenuhkan. Rakyat sudah jenuh dengan kesusahan hidup. Mereka butuh sesuatu yang melenturkan otot-otot kesengsaraan mereka. Kehadiran artis bagi mereka bagai oase di padang pasir kesulitan ekonomi walaupun sesaat. Langkah pragmatis ini tepat untuk pemilih di Indonesia yang sebagian besar adalah pemilih tidak rasional. Di sisi lain kehadiran artis sebenarnya menunjukkan kegagalan parpol untuk mengangkat kadernya menjadi tokoh yang populer. Parpol seharusnya memiliki strategi yang jitu untuk membuat banyak kadernya dikenal luas oleh masyarakat. Memang untuk hal ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

Iklan itu berkibar sepanjang Oktober lalu. Bertabur dimana-mana. Koran, majalah, televisi, dan baliho di jalanan. Lakonnya juga rupa-rupa. Dari petani, ilmuwan hingga kaum selebriti Angelina Sondakh. Semua berpekik soal satu hal: pilihlah Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum 2009. Berhari-hari iklan itu berkibar-kibar.

Hasilnya, popularitas partai itu melambung. Perolehan suara dalam sejumlah jajak pendapat melonjak. Lihatlah hasil jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia(LSI) yang digelar sejak 26 Oktober hingga 5 November, sesudah iklan itu meramaikan ruang publik. Lembaga itu melakukan survei terhadap 2.197 responden di 33 propinsi. Pertanyaan yang disodorkan: Jika Pemilu digelar sekarang, partai apa yang akan Anda pilih. Hasilnya, Demokrat mendulang 16,8 persen.

Partai yang baru berumur lima tahun itu membenamkan dua jagoan tua: Golkar dan PDI Perjuangan. Golkar dengan sehimpun kekuatan politiknya cuma mengekor di posisi kedua dengan perolehan 15,9 persen. PDI Perjuangan menyusul di posisi ketiga dengan 14,2 persen. Padahal, dalam survei LSI yang digelar Juni lalu, dua partai besar itu sungguh berjaya. PDI Perjuangan mendulang 24,2 persen dan Golkar memperoleh 19,7 persen. Dan Partai Demokrat saat itu cuma satu digit yakni 8,7 persen.

Ketangguhan Golkar dan PDI Perjuangan juga sudah terbukti dalam Pemilu 2004. Si beringin memperoleh 21,58 persen dan si banteng ketaton mendapat 18,53 persen. Lalu apa yang membuat dua partai raksasa itu tiba-tiba nyungsep dan Demokrat berkibar. iklan televisi yang ditabur Demokrat sebagai biang keladinya. Lembaga survei itu, mensurvei swing voters alias massa mengambang.

Kalangan massa mengambang ini mudah dibujuk rayu lewat iklan. Jadi hasil survey itu sangat wajar, apalagi SBY sebagai incumbent iklannya sangat banyak. Hasil rayuan iklan sudah dinikmati partai itu dalam Pemilu 2004. Saat itu jumlah swing voter sekitar 32 persen. Jumlah itulah yang direbut sejumlah partai lewat kampanye dan iklan. Saat itu partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini juga gencar beriklan, gara-gara iklan itu banyak swing voters yang masuk ke PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.

Pemilih massa mengambang memang sangat labil dan mudah berpindah-pindah. Hari ini jatuh cinta dengan Partai A karena sikap partai tersebut sesuai dengan keinginannya, tapi besok bisa ke lain hati bila ada yang membuatnya kepincut. Masyarakat Indonesia yang modern dan rasional akan menentukan pilihannya pada detik-detik terakhir menjelang pencoblosan. Sebelum mencoblos, pemilih rasional terlebih dahulu mempertimbangkan banyak hal, termasuk semua wacana yang berkembang dan isu yang beredar. Massa rasional yang disebut sebagai massa mengambang ini cenderung tidak akan memilih incumbent.



Helmi Fasyah

Read More..

27/10/08

Mengindari atau Mengurangi sakit Maag

Sakit maag atau kerap disebut dalam medisnya radang kembung, memang penyakit yang mudah datang dan mudah pula pergi. Penyakit ini dapat menyerang setiap orang dengan segala usia dan gejala. Pada keadaan yang cukup serius pun, radang lambung dapat menimbulkan pendarahan (hemor-rhagicgastritis), sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung. Karenanya, satu saat penderita bisa muntah dibarengi darah yang keluar.

Ada sejumlah gejala yang biasa dirasakan penderita sakit maag seperti mual, perut terasa nyeri, perih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati). Biasanya, nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin, dan sering bersendawa, terutama dalam keadaan lapar.

Berikut tips menghindari atau mengurangi sakit maag :

  • Sarapan dengan havermut, bubur ayam atau roti tawar tanpa isi susu, choco crunch. Jangan makan terlalu berat dan berminyak seperti mie atau nasi goreng, nasi uduk, donat.
  • Di antara makan siang, jangan minum kopi, makanlah makanan ringan.
  • Makan siang tepat waktu, jika makan pagi sekitar pukul 06.30, maka maksimal pukul 13.00 sudah harus makan siang. Jangan makan yang berminyak atau bersantan kecuali perut sudah siap-tidak telat makan, tidak terisi kopi.
  • Pukul 15.00 harus kembali makan sesuatu seperti snack
  • Jika sedang terserang sakit maag, jangan makan coklat sebagai cemilan
  • Jangan merokok
  • Pukul 20.00 makan malam
  • Sebelum tidur, sebaiknya minum susu dan air putih yang banyak.

Read More..

15/10/08

Back to DUNIA NYATA

Ada persoalan yang menunggu untuk dihadapi setelah libur panjang. Tak ada salahnya untuk waspada.

Sepekan yang panjang akan liburan boleh jadi merupakan waktu yang cukup untuk mengembalikan mood dan semangat kerja itu kembali. saat kita kembali ke "dunia nyata", Ya, Dunia yang hiruk pikuk dan sarat bebagai persoalan. Ke depan pastinya kita kembali akan dijejali berita atau peristiwa yang membuat dahi kita mengerenyit. Bahkan menyebabkan jantung berdetuk kencang. Contohnya fakta jatuhnya bursa pasar keuangan yang nyaris terjadi di seluruh dunia sama dengan krisis kecil keuangan dunia.

Tergoncangnya lembaga keuangan di negara adidaya dan kapitalisme dunia, Amerika Serikat bagaikan gelombang Tsunami semi besar yang menyapu banyak pasar keuangan dunia. Bursa-bursa saham dan komoditas meleleh bagaikan lilin terpanggang dengan sendirinya oleh permainan tangan kotor.

Permainan sang adidaya, Amerika mensyok terapi Negara-negara di dunia, telah memperlambat bahkan merebuilding pasar ekonomi dunia, untuk bangkit lagi. Baik buy back saham pribadi, meningkatkan suku bunga, atau bahkan gulung tikar. Ancaman soft power Amerika akan timbulnya kembali resesi dunia pun makin nyata. Kenyataan “mengerikan” ini membuat pemerintah Amerika terpaksa membentuk “BPPN”. Lembaga-lembaga keuangan raksasa yang terbelit persoalan memang harus diselamatkan. Jika tidak scenario lebih buruk mungkin harus dijalani Negara adai daya itu.

Mungkin ada yang mengganggap persoalan ini sebagai persoalan yang jauh di atas langit dan tak akan mungkin menimpa kita. Tapi berjaga-jaga di kala tegak tak pernah ada ruginya. Memang, bisnis di sini masih berjalan dengan lancer. Belum ada gelombang yang menyebabkan banyak perusahaan musti gulung tikar. Ekspor juga tercatat masih tergolong lancar dan stabil.

Beberapa data yang di dapatkan dari surat kabar harian ekonomi, banyak pebisnis yang rupanya mencium gelagat tak baik pada bisnis domestic nantinya. Ekspor ke Amerika Serikat terutama untuk produk tekstil terkena krisis subprime mortgage diyakini akan melorot. Asosiasi pertekstilan Indonesia meramalkan ekspor tekstil ke AS hanya akan mencapai US$ 10 miliar, tak akan memenuhi target sebesar US$11 milliar. Kamar dagang dan Industri (KADIN) Indonesia juga punya pandangan serupa. Nilai ekspor Indonesia ke AS diyakini bakal terus merosot. Pesan yang bias ditangkap adalah krisis akan berimbas pula ke sector riil.

Ini memang baru berasumsi, masih banyak kemungkinan yang akan terjadi, baik buruknya nanti. Tapi sekali lagi menyiapkan sekoci lebih baik ketimbang megap-megap tersapu gelombang krisis dating menerpa tanpa persiapan yang matang dan belajar pengalaman yang terdahulu. Memakai produk-produk dalam negeri salah satu cara terbaik untuk menyelamatkan perekonomian domestic dan perkembangan usaha pribadi. Kita harus bangga dengan produk kita, buat apa produk asing yang jadi patutan untuk di konsumsi, produk dalam negeri tidak kalah bagus kualitasnya.

Masih banyak persoalan lainnya menunggu untuk kita hadapi dan lewati dengan strategi yang pasti menjalaninya. Di tengah teriknya panas yang terjadi saat ini, bencana dan cobaan bahkan adanya ketidakpastian dalam apapun ini, seharusnya memacu kita untuk tidak melamun akan dunia maya tetapi realis akan kenyataan yang ada dan siap bertempur dengan sehat. Kejahatan juga tengah menjadi sorotan, kejahatan material atau inmaterial manjadi permasalahan yang tidak tuntas. Kekerasan yang menyertai kejahatan bahkan terjadi dengan lingkungan dekat kita hingga berujung pada pembunuhan karakter atau diri seseorang.

Read More..

16/09/08

100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

Rasulullah saw bersabda:
"Barang siapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)". (Hadist Riwayat Tabrani)


1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
3. Tawakal apabila mempunyai rencana/ program;
4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
8. Jangan usil dengan kekayaan orang;
9. Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;
11. Jangan tamak/ pelit kepada harta;
12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti perasaan ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila
karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Bersihkan harta dari hak-hak orang lain;
42. Berlakulah adil dalam segala urusan;
43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
45. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
46. Perbanyaklah & menyambung silaturahmi;
47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
48. Bicaralah secukupnya, jangan berbicara dengan berteriak;
49. Beristri/ bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
51. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
52. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
53. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
54. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
55. Hormatilah kepada guru dan ulama;
56. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
57. Cintailah keluarga Nabi Muhammad SAW;
58. Jangan terlalu banyak hutang ataupun royal;
59. Jangan terlampau mudah berjanji;
60. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
61. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
62. Bergaullah dengan orang-orang shaleh;
63. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
64. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
65. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
66. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi, balaslah dengan kebaikan;
67. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian ataupun beda pendapat;
68. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
69. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan;
70. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
71. Jangan melukai hati orang lain;
72. Jangan membiasakan berkata dusta;
73. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
74. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
75. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
76. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
77. Jangan membuka aib orang lain ataupun berburuk sangka;
78. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
79. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
80. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
81. Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
82. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara;
83. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
84. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
85. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
86. Hargai prestasi dan pemberian orang;
87. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
88. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
89. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
90. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu;
91. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
92. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan
pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
93. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
94. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita, sebelum dicek kebenarannya;
95. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
96. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
97. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri;
98. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tantangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
99. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan;
100. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang;

"Anda ingin beramal shaleh...? Tolong kirimkan kepada rekan-rekan muslim
lainnya yang anda kenal"

Wassalamu'alaikum wr.wb :z

Read More..
Template by : kendhin x-template.blogspot.com
...